Panduan membaca sertifikat tanah agar terhindar dari masalah hukum saat membeli properti.
Sertifikat tanah adalah dokumen terpenting dalam transaksi properti. Banyak kasus sengketa properti terjadi akibat pembeli tidak teliti memeriksa sertifikat sebelum membeli. Memahami cara membaca sertifikat akan melindungimu dari risiko hukum yang berpotensi merugikan secara finansial.
Pada halaman depan sertifikat, perhatikan beberapa elemen penting: nama pemegang hak (harus sesuai KTP penjual), nomor identifikasi bidang tanah, jenis hak (SHM, HGB, atau lainnya), luas tanah yang tercantum, dan lokasi/alamat tanah. Pastikan tidak ada catatan blokir, sitaan, atau sengketa yang tertera. Periksa juga apakah ada hak tanggungan yang menandakan tanah sedang dijaminkan ke bank — ini harus dilunasi terlebih dahulu sebelum transaksi bisa dilanjutkan.
Langkah yang sangat disarankan adalah melakukan pengecekan sertifikat ke kantor BPN (Badan Pertanahan Nasional) setempat atau melalui layanan online Kementerian ATR/BPN. Proses ini memastikan keaslian dan keabsahan sertifikat yang kamu terima. Tim Griya Nusantara selalu melakukan pengecekan sertifikat menyeluruh untuk setiap properti yang kami pasarkan, sehingga kamu bisa bertransaksi dengan tenang dan aman.